MENGENAL BERBAGAI JENIS HABBATUSSAUDA

MENGENAL BERBAGAI JENIS HABBATUSSAUDA

1. Balady : berasal dari Saudi Arabia dan ada yang mengatakan sebagiannya dari Mesir. Bijinya berisi, lebih terlihat gemuk. Tentu saja kandungan minyaknya lebih banyak. Warnanya sangatlah hitam.

2. Habbasy : berasal dari Ethiopia sesuai dengan namanya. Namun di pasaran Indonesia ada yang mengklaim bahwa Habbasy ini berasal dari Mesir. Hal ini mungkin dikaitkan dari negara mana biji Habbatussauda ini diimpor, bukan dari negara mana tumbuhnya. Sebagaimana dipahami sebagian importir Habbatussauda mengimpor bahannya dari Mesir. Jenis Habbasy ini tidak semuanya berisi dan tampak gemuk. Tapi sebagiannya berbentuk gepeng. Tentu saja ini mempengaruhi jumlah kandungan zat yang terdapat di dalamnya. Sehingga jenis Habbasy ini sebenarnya dari segi kelas berada di bawah Balady. Warna jenis ini hampir sama dengan Balady.

3. Syuri : Berasal dari Syuriah/Syiria, dan sebagian dari Saudi. Dari segi biji, kualitasnya hampir sama dengan Balady. Perbedaannya hanya dari segi warna, dimana warna jenis Syuri ini lebih terang, bukan hitam pekat. Bahkan bubuknya berwarna kecoklatan.

4. Sudan: Berasal dari Negara Sudan.

5. Hindi : berasal dari India. Bijinya paling kecil di antara jenis yang lainnya dan juga warnanya lebih terang. Hanya saja dari segi rasa jenis Hindi ini paling pedas.

MENGENAL BERBAGAI JENIS HABBATUSSAUDA

Menurut Iman Al Shaleh, peneliti dari Arab Saudi, yakni dari Departemen Biokimia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas King Saud, kandungan kimiawi masing-masing jenis di atas berbeda-beda, misal kandungan alfatokoferol, betatokoferol, thymoquinone, transretinol, dan juga seleniumnya.

Iman Al Saleh mengatakan bahwa kandungan Thymoquinone paling tinggi ada pada jenis Hindi yang berasal dari India. Sedangkan yang terkecil kandungan thymoquinone nya adalah yang berasal dari Sudan. Sedangkan jenis yang berasal dari Arab Saudi adalah paling kaya akan kandungan tokoferol, baik alfatokoferol maupun betatokoferol, yang berfungsi sebagai antioksidan. Transretinol dan selenium adalah zat kimia yang tercatat paling banyak didapatkan pada jenis Habbatussauda Syuri yang berasal dari Syiria.

Pada terapi yang melibatkan dibutuhkannya kandungan Thymoquinone yang tinggi, Habbatussauda jenis Hindi menjadi pilihan utama, mengingat jenis ini merupakan jenis Habbatussauda dengan kandungan thymoquinone yang paling tinggi di antara jenis lainnya. Sedangkan jenis Balady, lebih menonjol pada sisi antioksidan yang memang memiliki manfaat yang baik utuk menangkal radikal bebas.

MENGENAL BERBAGAI JENIS HABBATUSSAUDA

Apakah Habbatussauda tidak bisa tumbuh di Indonesia?

Jawabannya bisa. Dan memang ada jenis Habbatussauda lokal. Hanya saja karena perbedaan kondisi geografis, menyebabkan kandungan zat aktifnya tidaklah sebanyak yang bisa dihasilkan dari produk impor. Dan kebanyakan digunakan sebagai bumbu dapur.

Hanya saja harus hati-hati dalam mengenali apa yang disebut sebagai “jintan hitam” di tanah air. Karena ada beberapa jenis tumbuhan yang juga dinamai sebagai ‘JINTAN”, namun bukanlah Habbatussauda yang dimaksud.

Adalah tanaman dengan sebutan jintan dengan nama latin Cuminum cyminum, merupakan jintan dengan sebutan jintan putih. Ada juga tanaman lain yang bernama latin Coleus amboinicus. Tanaman inipun oleh masyarakat disebut sebagai tumbuhan jintan. Seringkali dimanfaatkan daunnya, dan disebut sebagai daun jintan.

Tanaman lain yang juga disebut jintan di tanah air adalah tanaman bernama latin Argemone Mexicana. Biasanya juga disebut sebagai druju. Daunnya lebar dan bergerigi, bijinya bulat tidak sebagaimana jintan hitam atau jintan putih yang agak memanjang.

Jintan hitam yang memiliki segudang khasiat dan manfaat dan merupakan jenis yang disabdakan oleh Nabi shallallaahu alaihi wa sallam adalah jenis tanaman bernama latin Nigella sativa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *