TINGKAT KEAMANAN KONSUMSI HABBATUSSAUDA

TINGKAT KEAMANAN KONSUMSI HABBATUSSAUDA

Para peneliti dari Iran melakukan tinjauan ekstensif terhadap literatur yang berfokus pada efek analgesik dan anti-inflamasi minyak biji Habbatussauda. Tinjauan mereka meliputi semua penelitian yang diterbitkan dari tahun 1999 sampai Januari 2016.

Mereka mencurahkan sebagian besar artikelĀ  kepada sifat kimia minyak biji Habbatussauda dan pengujian data akan efek Habbatussauda yang mampu memberikan pengaruh pada kesehatan. Artikel mereka adalah ringkasan terbaik dari ilmu tentang Habbatussauda yang bisa ditemukan saat ini.

Bagian penting dari pekerjaan mereka terfokus pada pertanyaan apakah minyak biji jinten hitam dan komponennya seperti timoquinon aman digunakan?.

Kita tentu saja tidak berharap bahwa di masa yang akan datang Perusahaan Besar FarmasiĀ  mengemukakan segala macam keberatan terhadap penggunaan produk ini, dan akan mengklaim bahwa produk tersebut beracun dan berbahaya.

Maka para Penulis kajian ilmiah ini secara langsung membahas masalah ini. Mereka langsung menyediakan data mengenai tingkat konsumsi yang aman dari minyak biji Habbatussauda.

Mereka mencatat ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa dosis terapeutik minyak biji Habbatussauda dan timokuinon memiliki toksisitas rendah dan margin keamanan yang lebar.

TINGKAT KEAMANAN KONSUMSI HABBATUSSAUDA

Sebuah penelitian menggunakan tikus pernah dilakukan untuk mengetahui dosis mematikan minyak biji Habbatussauda. Sebagian besar zat apapun bila diberikan kepada hewan atau manusia dalam jumlah yang cukup besar mampu menyebabkan kematian. (Bahkan air bisa mematikan jika diberikan dalam jumlah cukup banyak dalam waktu singkat).

Para Peneliti menyebutnya sebagai LD50 untuk tikus. LD50 adalah dosis tertentu yang dinyatakan dalam miligram berat bahan uji per kilogram berat badan (BB) hewan uji yang menghasilkan 50% respon kematian pada populasi hewan uji dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini istilah LD50 menunjukkan dosis yang dibutuhkan untuk membunuh 50% tikus.

LD50 untuk dosis tunggal minyak biji Habbatussauda adalah 28,8 mL per kg berat badan bila diberikan secara oral, dan 2,06 mL per kg berat badan saat disuntikkan secara intraperitoneal. Jika kita asumsikan rata-rata berat tikus 25 gram, maka LD50 untuk satu dosis diberikan secara oral per tikus sama dengan 0,72 mL. Dosis yang disuntikkan adalah 0,052 mL per tikus.

Berdasarkan perhitungan farmasi, jika kita mengubah LD50 untuk tikus menjadi skala manusia, ini berarti bahwa seseorang dengan berat badan 75 kg perlu minum sekitar 66 ons atau setengah galon minyak biji Habbatussauda dalam satu dosis untuk mencapai LD50. Demikian pula, 4,75 ons minyak biji Habbatussauda perlu disuntikkan ke dalam rongga perut manusia untuk membunuh 50% dari kita.

Padahal biasanya dosis oral umumnya manusia hanya sekitar satu sendok teh per hari. Jadi, jenis dosis ini jauh dari LD50. Dengan demikian, minyak biji jinten hitam sama sekali tidak mematikan bila dikonsumsi dengan dosis terapeutik yang tepat.

Untuk mengukur toksisitas jangka panjang minyak biji Habbatussauda, tikus diobati setiap hari dengan dosis oral 2 mL per kg berat badan selama 12 minggu. Tikus sangat bervariasi menurut jenis kelamin dan dengan strain tikus, namun untuk analisis ini, digunakan berat rata-rata 300 gram per ekor. Dengan demikian, setiap tikus diberi dosis oral rata-rata 0,6 ml.

TINGKAT KEAMANAN KONSUMSI HABBATUSSAUDA

Para peneliti kemudian mengukur berbagai indikator status kesehatan pada tikus dan tidak menemukan perubahan pada tingkat enzim hati kunci termasuk aspartat-aminotransferase, alanin-aminotranferase, dan gamma-glutamyltransferase. Serta tidak menjumpai kelainan modifikasi histopatologis di hati, ginjal, dan pankreas setelah 12 minggu pengobatan.

Kolesterol serum, trigliserida, dan kadar glukosa serta jumlah leukosit dan platelet menurun secara signifikan dibandingkan dengan hewan kontrol. Sebaliknya, kadar hematokrit dan hemoglobin meningkat. Para Peneliti menafsirkan bahwa hal ini berari tikus tetap sehat dan kuat, dan dalam beberapa hal mereka menjadi lebih sehat lagi.

Jika kita konversi hasil penelitian tersebut kepada konsumsi minyak biji Habbatussauda pada manusia, maka ini setara dengan dosis oral harian 4,6 ons atau 27 sendok teh per hari, atau hampir satu cangkir minyak biji jinten hitam.

Ini angka yang jauh lebih tinggi daripada dosis yang biasa digunakan manusia, yakni Cuma 1 hingga 3 sendok teh sehari. Dan dengan dosis itupun (Yakni 27 sendok teh sehari) belum menunjukkan efek membahayakan bagi kesehatan dan organ vital manusia.

Berbagai penelitian tentang keamanan thymoquinone juga dilakukan dengan mamalia yang lain. Thymoquinone dianggap sebagai salah satu komponen aktif utama minyak biji Habbatussauda.

TINGKAT KEAMANAN KONSUMSI HABBATUSSAUDA

Berdasarkan hasil ini, thymoquinone telah digunakan untuk pengobatan kanker manusia. Dalam sebuah studi fase klinik yang dilakukan pada pasien dewasa dengan kanker ganas lanjut dan diobati dengan timinquinon, dosis oral timinquinon dapat ditolerir untuk pasien hingga 2600 mg per hari.

Dalam sebuah penelitian baru-baru ini yang menggunakan tikus Sprague Dawley, hewan yang diobati dengan 20 ml nanoemulsi fraksi yang kaya thymoquinone (mengandung 44,5 mg / kg timoquinone) menunjukkan tanda-tanda normal dan tidak ada mortalitas atau tanda-tanda toksisitas organ selama masa percobaan 14 hari.

Kesimpulan :

Seharusnya tidak ada kekhawatiran tentang toksisitas atau ketakutan akan kematian akibat penggunaan minyak biji Habbatussauda secara oral jika dikonsumsi dalam dosis kecil biasa seperti ukuran sendok teh atau dalam bentuk kapsul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *