HABBATUSSAUDA UNTUK MENGOBATI SEL KANKER & KELENJAR

HABBATUSSAUDA UNTUK MENGOBATI SEL KANKER & KELENJAR

Pengertian Pembengkakan kelenjar getah bening (lymphadenopathy) adalah kondisi ketika kelenjar getah bening atau gumpalan jaringan sebesar kacang yang berisi sel darah putih mengalami pembesaran.

kita harus selalu waspada ketika ada benjolan di leher atau pembengkakan kelenjar getah bening di leher, maka sudah sepatutnya itu ditelusuri penyebabnya sampai dipastikan bahwa itu tidak berbahaya, kalaupun ada hal yang membahayakan agar segera ditangani sedini mungkin. Karena pada prinsipnya semakin cepat diobati akan semakin baik prognosisnya.

Infeksi bakteri atau virus yang tergolong ringan merupakan faktor yang paling sering menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Beberapa contoh infeksi ringan tersebut adalah demam kelenjar, pilek, infeksi tenggorokan, radang amandel, infeksi gigi, infeksi telinga, dan infeksi kulit (selulitis). Kelenjar getah bening yang bengkak akibat infeksi-infeksi tersebut biasanya disertai rasa sakit. Selain itu, terkadang penderita juga mengalami demam, batuk, dan nyeri tenggorokan.

10 Penyebab Kanker Getah Bening Adalah :

  1. Rheumatoid arthritis (penyakit autoimun yang menyerang jaringan pelapis sendi)
  2. Penyakit lupus (penyakit autoimun yang menyerang sel darah, sendi, kulit, dan organ tubuh)
  3. Campak (infeksi virus yang ditandai dengan gejala bintik-bintik merah pada kulit)
  4. Sarcoidosis (penyakit dengan gejala munculnya gumpalan jaringan yang membengkak dan merah atau granuloma di dalam organ tubuh)
  5. Tuberkulosis (infeksi bakteri yang ditandai dengan gejala batuk-batuk yang menetap)
  6. Rubella (infeksi virus dengan gejala ruam kulit yang terdiri dari bintik-bintik kecil berwarna kemerahan)
  7. Sifilis (infeksi bakteri yang ditularkan lewat hubungan seksual)
  8. Cytomegalovirus (infeksi virus yang umumnya ditularkan melalui air liur atau urine)
  9. HIV AIDS. Infeksi virus seperti AIDS, herpes zoster, atau cacar air juga dapat menyebabkan benjolan di ketiak. Kelenjar getah bening di ketiak akan menangkap virus agar tidak menyebar ke bagian tubuh yang lebihluas. Pada infeksi virus, tidak ada pengobatan yang spesifik. Oleh karena itu, benjolan kelenjar getah bening di kepala, ketiak akan mengempis seiring dengan waktu penyembuhan secara alami.
  10. Kanker
HABBATUSSAUDA UNTUK MENGOBATI SEL KANKER & KELENJAR

Pada kasus pembesaran kelenjar getah bening yang disebabkan oleh kanker, biasanya pembengkakan kelenjar getah bening tersebut terlihat tetap tidak mengempis hingga beberapa minggu, dan mungkin bahkan membesar secara perlahan-lahan. Selain itu, kelenjar terasa keras saat disentuh, namun tidak sakit. Penderita kondisi ini juga biasanya akan mengalami penurunan berat badan dan sering berkeringat di malam hari.

Contoh jenis kanker yang bisa menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening adalah leukemia limfositik kronis dan limfoma non-Hodgkin. Kedua jenis kanker ini menyerang sel darah putih. Pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa terjadi akibat jenis kanker lainnya yang tumbuh di organ tubuh mana pun, tapi kemudian menyebar ke kelenjar getah bening tersebut.

Pantangan Makanan Penderita Kelenjar Getah Bening

  • Sayur sayuran – Sayur Tauge mengandung zat yang dapat merangsang tumbuhnya sel kanker. sedangkan Sawi putih serta kangkung dapat menghammbat atau mengurangi efektivitas kerja obat. Cabai merangsang aktifitas bawah sadar sehingga menurunkan jumlah oksigen dalam tubuh.
  • Buah buahan – Lengkeng , nangka Durian, duku, nanas, dan anggur menghasilkan alkohol sehingga merangsang berkembangnya sel kanker.
  • Daging dan Ikan Asin – Daging (sapi, kerbau, kambing, babi) memfasilitasi pertumbuhan sel yang tidak normal.
  • Makanan yang Diawetkan – Makanan yang diberi bahan pengawet mengandung senyawa kimia yang dapat berubah menjadi karsinogen aktif sehingga mendorong sel kanker juga untuk tumbuh. Makanan yang dibakar juga, bagian yang gosong mengandung zat karsinogen.
  • Minuman ringan atau soft drink bersifat karsinogen. Es atau minuman dingin mengganggu kelancaran peredaran darah.
  • Sea food – Udang, kerang, kepiting, cumi mengandung kandungan lemak tinggi.
  • Daging Unggas – Biasanya untuk memacu pertumbuhan ternak atau unggas digunakan obat-obatan kimia termasuk hormon yang disuntikkan ke dalam tubuh. Suntikan hormon yang diberikan pada hewan ini ternak mirip dengan hormon anabolic pada manusia. Hormon tersebut diduga kuat memicu kanker prostat dan kanker kelenjar.
HABBATUSSAUDA UNTUK MENGOBATI SEL KANKER & KELENJAR

Gejala Awal Kanker Kelenjar Getah Bening Berdasarkan Jenisnya
Kelenjar Getah Bening Dibagi Menjadi 2, Yaitu :

1. LIMFOMA HODGKIN’S
Limfoma hodgkin’s merupakan jenis kanker yang ditandai dengan pembengkakan pada kelenjar getah bening, namun tidak menimbulkan rasa sakit. Pembengkakan ini biasanya terjadi karena virus atau bakteri. Pembengkakan yang merupakan penyebab kanker kelenjar getah bening ini, akan mengganggu produksi sel normal pada kelenjar getah bening. Kemudian sel yang abnormal akan terus berkembang dengan cepat dan menjadi sel kanker pada sistem limfoid.

Gejala Limfoma Hodgkin’s

  • Demam disertai menggigil. Demam yang terjadi disebabkan karena sistem kekebalan tubuh terganggu dan demam tersebut sebagai respon bahwa ada yang tidak beres pada tubuh kita.
  • Terjadi pembesaran di bagian kelenjar getah bening (bawah ketiak, leher, dan pangkal paha)
  • Pembengkakan yang terjadi tidak disertai dengan rasa nyeri – Pembengkakan yang terjadi biasanya disebabkan karena virus atau bakteri, dan semakin lama akan semakin berkembang bila didiamkan begitu saja.
  • Kurang nafsu makan – Kanker kelenjar getah bening ini juga mempengaruhi nafsu makan penderita.
  • Berkeringat pada malam hari
  • Berat badan menurun. Berat badan yang menurun ini disebabkan karena kurangnya nafsu makan dan tubuh tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan secara baik.
  • Terkadang disertai gangguan pernapasan – Gangguan pernapasan akan muncul bila sel kanker sudah mulai menjalar ke sistem pernapasan dan sel kanker terdapat pada kelenjar getah bening di daerah leher.
HABBATUSSAUDA UNTUK MENGOBATI SEL KANKER & KELENJAR

2. LIMFOMA NON HODGKIN’S
Limfoma non hodgkin’s merupakan jenis kanker kelenjar getah bening yang semakin ganas, yang berasal dari limfonodus dan jaringan limfa lainnya. Risiko terjadinya limfoma non hodgkin’s akan bertambah dengan bertambahnya usia. Biasanya yang terjangkit penyakit ini adalah orang dengan usia di atas 60 tahun.

Gejala Limfoma Non Hodgkin’s

  • Bengkak di leher, ketiak atau selangkangan
  • Penurunan berat badan – Berat badan akan berkurang tanpa sebab yang jelas. Atau karena tubuh tidak dapat menyerap nutri makanan dengan baik.
  • Demam
  • Keringat bercucuran saat malam hari
  • Batuk-batuk
  • Susah bernafas, atau nyeri di dada – Limfoma biasanya juga muncul pada leher dan mengganggu sistem pernapasan, sehingga menyebabkan
  • penderita mengalami susah bernapas dan nyeri di bagian dada.
  • Badan tidak bertenaga, dan terasa letih
  • Nyeri, bengkak atau merasa begah di perut
HABBATUSSAUDA UNTUK MENGOBATI SEL KANKER & KELENJAR

Stadium Limfoma Non Hodgkin’s
Ciri-ciri kanker kelenjar getah bening non hodgkin’s ini terjadi menjadi 4 stadium berdasarkan tingkat keganasan kanker tersebut, yaitu :

Pembengkakan di leher Stadium 1 – Stadium 1 merupakan tingkatan paling awal pada dari limfoma non hodgkin’s. Sel kanker berkumpul menjadi kelompok di daerah tertentu kelenjar getah bening, contohnya di leher atau bawah ketiak. Atau bisa saja sel abnormal berada pada bagian tubuh lainnya di luar kelenjar getah bening, seperti di paru – paru tetapi tidak di hati dan sumsum tulang.

Kanker getah bening Stadium 2 – Sel limfoma berada pada sekurang-kurangnya 2 kelompok di kelenjar getah bening, misalnya saja berapa pada sisi diafragma yang sama yaitu sisi atas dan sisi bawah. Atau sel limfoma berada pada satu titik kelenjar getah bening dan bagian tubuh lainnya pada diafragma yang sama.

Kanker getah bening Stadium 3 – Limfoma terdapat pada kelompok kelenjar getah bening di atas maupun di bawah diafragma. Atau limfoma beraada di organ atau di jaringan sekitar kelenjar getah bening.

Kanker getah bening Stadium 4 – Pada stadium 4 limfoma sudah sangat menyebar luar. Limfoma sudah menyebar ke seluruh satu organ atau jaringan selain di kelenjar getah bening. Atau bisa juga berada dalam hati, darah, atau sumsum tulang.

HABBATUSSAUDA UNTUK MENGOBATI SEL KANKER & KELENJAR

Itulah gejala kelenjar getah bening yang terjadi, berdasarkan jenisnya yaitu limfoma hodgkin’s dan limfoma non hodgkin’s. Kita harus waspada terhadap apa yang terjadi pada tubuh kita, apalagi jika terjadi pembengkakan yang tidak semestinya timbul. Penanganan dan pengobatan kanker kelenjar getah bening yang tepat harus segera dilakukan agar tidak membuatnya semakin parah.

Salah satu obat herbal terbaik untuk mengobati kelenjar getah bening & kanker adalah dengan habbatussauda, sebab efek dari mengkonsumsi habbatussauda adalah terjadi proses detoksifikasi (detoks) yaitu proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita.

Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah usus besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi). Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia).

Mengapa? Karena setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkan dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada di usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita.

Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degenratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.

HABBATUSSAUDA UNTUK MENGOBATI SEL KANKER & KELENJAR

Beberapa riset tersebut di antaranya adalah:

1. Antitumor activity of an ethanol extract of Nigella sativa seeds
Penelitian ini dilakukan di Turki, di Medical faculty, Pathology Department Harran University. Dimuat di Jurnal Biologia Bratislava, halaman 735-740.

Dalam penelitian ini dibuktikan bahwa Extrak Ethanol Nigella sativa (Habbatussauda) memiliki efek mereduksi proliferasi sel, mengurangi proses pembelahan sel dan juga sintesis DNA dari penyakit Ehrlich Ascites Tumor pada tikus.

2. The antitumor activity of thymoquinone and thymohydroquinone in vitro and in vivo
Penelitian ini mengungkap fakta bahwa thymoquinone dan thymohydroquinone memiliki efek antitumor dengan meningkatkan aktifitas antiproliferasi melawan pertumbuhan sel tumor baik in vitro maupun in vivo dengan baik. Hanya saja mekanismenya bagaimana masih belum terjawab dengan memuaskan.

Penelitian ini dilakukan oleh para ahli dari Division of Molecular Medicine, Rudjer Boskovic Institute, Zagreb, Croatia. Department of Biochemistry and Food chemistry, Faculty of Chemical Technology, Split, Croatia.

Faculty of Sciences, Department of Physical Chemistry, University of Geneva, 1204 Geneva, Switzerland
Penelitian ini dimuat di Jurnal Experimental Oncology 28, 220-224, September, 2006.

HABBATUSSAUDA UNTUK MENGOBATI SEL KANKER & KELENJAR

3. In vitro inhibition of growth and induction of apoptosis in cancer cell lines by thymoquinone
Dalam study ini ditemukan bukti bahwa Thymoquinone yang merupakan komponen dari Habbatussauda memiliki aktifitas antineoplastik (antikanker) pada beberapa jenis sel kanker, yakni kanker tulang, kanker payudara dan juga kanker ovarium (indung telur).

Penelitian ini melibatkan langsung sel kanker manusia yakni MCF-7 (sel kanker payudara/human breast adenocarcinoma) BG-01 (sel kanker ovarium/human ovarian adenocarcinoma) dan COS31/rCDDP (Cisplatin resistan osteosarcoma/sel kanker tulang) yang diujikan secara in vitro (di luar tubuh penderita).

Dalam study ini juga ditemukan bukti bahwa Habbatussauda memiliki aktivitas cytotoxic terhadap sel-sel kanker tersebut dan tidak berpengaruh terhadap sel-sel normal yang sehat. Ini merupakan sifat kandidat bahan kemoterapi di masa depan.

Penelitian dimuat di INTERNATIONAL JOURNAL OF ONCOLOGY 22: 107-113, 2003. Penelitian dilakukan oleh para ahli dari Department of Pathology, College of Veterinary Medicine, The University of Tennessee, Knoxville dan Cancer Center, The University of Tennessee Medical Center, Knoxville, USA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *