MENAKJUBKAN EFEK HABBATS TERHADAP KOLESTEROL

Berikut adalah data-data penelitian yag pernah dilakukan untuk meneliti efek Habbatussauda terhadap kadar kolesterol di dalam darah:

  • Riset dengan judul “Effect of Oral Ingestion of Nigella sativa Seeds on Some Blood Parameters” yang dimuat di Saudi Pharmaceutical Journal Vol.5, No.2-3, April-July 1997 memberikan informasi berharga perihal aktifitas hipokolesterolemik dari habbatussauda. Penelitian tersebut meneliti penggunaan biji Habbatussauda dengan dosis 1 gram diminum pagi dan 1 gram diminum sore hari selama dua minggu. Habbatussauda diberikan kepada sukarelawan pelajar berusia remaja. Dalam penelitian ini ada kelompok control yang diberi kapsul berisi gula merah.

Hasil riset menunjukkan pemberian biji Habbatussauda dengan dosis 2 kali sehari @ 1 gram memberikan  efek penurunan kadar cholesterol darah yang signifikan dibandingkan dengan kelompok control yang diberi gula merah.

  • Penelitian dengan judul “Effect of Prophetic Medicine Kalonji (Nigella sativa L.) on Lipid Profile of Human Beings: An In Vivo Approach”, dimuat di World Applied Sciences Journal 6(8): 1053-1057 tahun 2009. Riset ini mempelajari efek penggunaan Habbatussauda dalam mempengaruhi profil lemak di dalam tubuh manusia.

Setelah dilakukan pemberian Habbatussauda dengan dosis 1 gram sehari selama dua bulan pada sepuluh penderita hiperkolesterolemia, dimana Habbatussauda diminum pagi sebelum sarapan, didapatkan hasil penurunan kadar total kolesterol dan LDL kolesterol secara signifikan. Dan juga kenaikan kadar HDL kolesterol yang juga sangat signifikan, dimana di dalam risetnya disebut sebagai “Highly significant”.

  • Ada penelitian uji klinis yang dilakukan pada pasien penderita penyakit metabolism yang diterapi dengan minyak Habbatussauda dan memberikan hasil yang juga memuaskan. Adalah uji klinis yang berjudul “Therapeutic Effect Of Nigella Sativa Oil On Different Clinical And Biochemical Parameters In Metabolic Syndrome” yang dilakukan oleh pihak Aligarh Muslim University dari bulan Oktober 2005 hingga Maret 2007. Riset ini meneliti 161 pasien dimana 115 pasien adalah laki-laki dan 46 pasien perempuan yang menderita penyakit metabolism sesuai dengan criteria ATP III. Usia penderita kisaran 20 hingga 70 tahun, dimana usia 40 hingga 60 tahun merupakan populasi terbesarnya.

Pasien dikelompokkan menjadi 2 kelompok dimana kelompok satu (disebut GRUP STANDART) diberikan standart terapi obat kimia terdiri dari :

  • Atorvastatin 10 mg sekali sehari
  • Metformin 500 mg dua kali sehari
  • Amlodipine 5 mg sekali sehari
  • Atenolol 50 mg sekali sehari
  • Aspirin 150 mg sekali sehari

MENAKJUBKAN EFEK HABBATS TERHADAP KOLESTEROL

Sedangkan kelompok dua (disebut GRUP NIGELLA SATIVA) selain diberikan terapi standart di atas, juga diberikan minyak Habbatussauda 2,5 ml dua kali sehari. Pemberian terapi selama 6 minggu.

Setelah 6 minggu di dapatkan hasil yang mengagumkan. Yakni:

  1. Kenaikan kadar HDL kolesterol (biasa disebut sebagai kolesterol baik) pada kedua grup, dimana Grup Nigella sativa naik lebih tinggi secara signifikan dibanding Grup Standart.
  2. Penurunan kadar LDL kolesterol (biasa disebut kolesterol jahat) pada kedua grup, dimana Grup Nigella sativa turun lebih rendah secara signifikan dibanding Grup Standart.
  3. Penurunan kadar kolesterol total terjadi pada kedua grup dengan penurunan yang lebih rendah secara signifikan pada Grup Nigella sativa dibanding dengan Grup Standart.

Untuk membantu hasil penurunan kolesterol yang signifikan, kami menganjurkan konsumsi produk NIGELLIVE dari PT Habbatussauda International. NIGELLIVE mengandung minyak habbatussauda dan minyak zaitun yang sangat baik untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah. Dosis harian 2×4 kapsul sangat membantu untuk menjaga kadar kolesterol darah terjaga normal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *