Bahan Baku

KANDUNGAN BAHAN BAKU
HABBATUSSAUDA

HABBATSSAUDA
Habbatussauda adalah biji hitam yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Bahan Baku

  • Omega 3, 6 dan 9 yang merupakan nutrisi yang membantu perkembangan jaringan otak dan merangsang sumsum tulang dan sel-sel kekebalan.
  • Interferon yang menghasilkan sel-sel normal terhadap virus yang merusak sekaligus menghancurkan sel-sel tumor dan meningkatkan antibodi.
  • Kaya akan Nutrisi sebagai sumber yang optimal untuk menjaga kesehatan dan meyembuhkan penyakit.
  • Saponin yang dapat menetralkan dan membersihkan racun dalam tubuh. Racun dapat mengganggu metabolisme dan menurunkan fungsi organ penting seperti hati, paru-paru dan otak.
  • Minyak atsiri yang berfungsi untuk memperbaiki pencernaan sehingga melancarkan buang air besar (BAB).
  • Arginine yang penting pada masa pertumbuhan balita.
  • Asam lemak tak jenuh Linoleic yang menstabilkan histamin sel.
  • Prostaglandin yang memiliki efek menghambat radang.

 Sebuah penelitian terhadap Habbatussauda dilakukan oleh pusat penelitian Amala di Amala Nagar Kerala (India) tahun 1991 oleh Dr.Chakravarty dalam pengobatan kanker dengan menggunakan zat aktif dari derivat asam-asam lemak nigella. Penelitian dengan tikus albino swiss menunjukan bahwa zat aktif tersebut dapat menghambat perkembangan  sel-sel kanker yang umum disebut dengan Ehrlich Ascities Carcinona.

Madu
Madu adalah zat manis alami yang dihasilkan lebah dengan bahan baku nektar bunga. Diperlukan dua faktor untuk menghasilkan madu. Pertama, bunga yang nektarnya merupakan bahan baku pembuatan madu. Kedua, serangga yaitu lebah yang merupakan tenaga ahlinya. Nektar adalah senyawa kompleks yang dihasilkan kelenjar tanaman dalam bentuk larutan gula. Perubahan nektar menjadi madu dimulai ketika lebah pekerja membawa nektar ke sarangnya. Nektar yang berhasil dibawa pulang diberikan kepada lebah pekerja lainnya untuk dicampur dengan air liur dan dihilangkan airnya

Zaitun
Minyak zaitun adalah minyak yang didapat dari buah tanaman zaitun, yaitu tanaman yang banyak dijumpai di daerah Timur Tengah atau Mediterania. Minyak ini sangat istimewa karena memiliki kandungan vitamin dan mineral serta segudang manfaat untuk kesehatan dan kecantikan

Extra virgin olive oil dihasilkan dari proses ekstrak atau pemerasan pertama melalui proses cold press . artinya buah zaitun tidak mengalami proses pemanasan seperti dicelup kedalam air panas, dan tanpa bahan kimia. Harga minyak Extra Virgin lebih mahal karena berasal dari buah zaitun dengan kualitas nomor satu. Kandungan vitamin dan mineralnya masih alami dan lengkap sehingga dapat dikonsumsi langsung. Warna minyak ini biasanya kehijauan, memiliki aroma dan citarasanya istimewa, dengan kadar keasaman kurang dari 0.8%. Minyak ini tidak bagus untuk menumis atau menggoreng karena titik didihnya sangat rendah. Minyak zaitun ekstra virgin lebih baik dikonsumsi dengan cara diminum atau digunakan sebagai campuran makanan seperti salad atau sayuran yang direbus.

Extra virgin olive oil murni tidak berubah fisiknya walau diletakkan di kulkas selama berhari-hari. Tidak akan terlihat lapisan minyak beku di permukaannya.

Pegagan.
Pegagan atau dikenal dengan nama ilmiah Centella asiaticaadalah tanaman herbal liar yang tumbuh tahunan dan dapat ditemukan di Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, India, Cina, Jepang, Afrika Selatan, dan Australia. Pegagan tumbuh menjalar mendatar diatas permukaan tanah, memiliki batang yang gundul berlurik, dan daun yang berbentuk seperi ginjal. Pegagan suka tumbuh pada tempat yang teduh,lembab, dan rawa-rawa. Pegagan dikenal sebagai tanaman herbal yang sering digunakan untuk pengobatan oriental dan sekarang mulai populer di daerah Barat.

Bee pollen.
Bee pollen
–seperti diawali dengan kata “bee” yang berarti lebah– diproduksi oleh lebah sebagai sumber makanan lebah yang masih muda. Pollen dikenal sebagai salah satu zat yang mengandung kelengkapan gizi yang cukup tinggi. Kadar nutrisi tersebut cukup baik untuk perkembangan tubuh manusia. Diperkirakan bee pollen mengandung sekitar 40% protein. Selain itu terdapat pula beberapa kadar lainnya, seperti vitamin termasuk B kompleks dan zat asam amino dan beberapa jenis asam lainnya[1].

Bee Pollen memiliki kandungan protein yang lebih kaya dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya. Di lain sisi, pollen mengandung amino lebih tinggi dari beberapa jenis makanan yang dikenal memiliki amino lebih, seperti kuning telur dan keju

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *